SSB NEWS STICKER-->> FUTSAL EXPO 2013 - dan Tournament U19 segera digelar 15 Okt sd 24 Des 2013 FUTSAL Pondok Indah - SuperBall BeritaKota - Gerakan Cinta bangun Indonesia ! Informasi lebih lanjut silahkan hubungi ASSBI Pusat 08158142867 (karman) 085697764640 (munim). Terima Kasih

.

Profil Kapten Timnas U-19 Manahati Lestusen

Foto Manahati1

Replika Pemimpin Sejati

Jakarta.  Malaysia.  —-   Sekitar menit ke-88 saat timnas Indonesia U-19 meladeni China di laga pembuka kualifikasi grup G Piala Asia U-19 2012, pada 31 Oktober 2011, bek sayap kiri Muhammad Abduh Lestaluhu terlibat adu argumentasi dengan penjaga gawang Achmad Risky Kurniawan. Penyebabnya, Achmad dianggap Abduh terlalu lambat mengambil bola yang dia kawal dari buruan pemain depan China.

Namun, dengan sigap kapten tim Manahati Lestusen melerai keduanya. “Sudah, kita satu tim,” teriak Hati, panggilan Manahati kepada rekan setimnya itu. Teriakan itu terdengar hingga bangku penonton VVIP Stadion Majlis Bandaraya Petaling Jaya (MBPJ), Petaling Jaya, Malaysia. Kepemimpinan Manahati terlihat menonjol dalam laga yang berakhir 0-0.

Pelatih Cesar Payovich, mengitung Hati kurang lebih meloncat 50 kali untuk menghalau bola atas umpan silang pemain China. “Kepercayaan ditunjuk jadi kapten adalah kebanggaan terbesar. Saya terpilih karena dianggap bisa menyambung instruksi pelatih. Saya selalu mendengar setiap arahan pelatih. Dan saya ingin membayar itu semua,” ungkap Hati.

Melihat kepemimpinan Hati, Cesar tidak salah. Sikap dan kedewasaan Hati begitu menonjol ketika Indonesia membantai Macau 3-0, Rabu2 November 2011. Sekitar menit ke-60, pemain depan Macau Pedruco Novo jatuh setelah berduel dengan rekan Hati di lini belakang, Eggi Hadyatmiko.

Wasit melihatnya tidak sebagai pelanggaran dan bola play-on bagi Indonesia. Meski akhirnya pola serangan Indonesia dipatahkan, Hati terlihat menanyakan kondisi Pedruco. Bahkan ia meminta tim medis Macau segera datang.

Sepak bola, diakui Hati menjadi hobi sekaligus cita-cita. Kariernya dimulai saat masuk ke Sekolah Sepak Bola di Liang, Ambon. Usianya saat itu sudah 13 tahun. Bek sayap kanan, gelandang bertahan, dan bek tengah merupakan posisi yang paling sering ia tempati. Di tahun 2006, Hati mengaku berhasil mengantar SSB-nya juara di Maluku.

“Waktu itu saya jadi pemain terbaik,” kenang Hati.

Setelah itu, karier Hati terus menanjak. Dua kali tidak lolos dalam seleksi tim SAD Uruguay, anak ketujuh dari delapan bersaudara itu akhirnya masuk tim polesan Cesar pada 2009.

Jauh dari saudara dan keluarga, sempat menjadi kendala. Tapi Hati mengaku seluruh keluarga mendukung apa yang sudah ia pilih. “Kalau kangen ya telepon. Dan saya semakin kuat karena keluarga mendukung yang terbaik. Mereka berharap saya bisa mengantar tim lolos ke putaran final Piala Asia U-19,” ujar Hati.

Sayang, harapan itu urung terwujud. Indonesia gagal lolos ke putaran final karena hanya bertengger di urutan ketiga di bawah China dan Australia.

Biodata Manahati
Nama lengkap: Manahati Lestusen
Tempat tanggal lahir: Liang, Ambon, 17 Desember 1993
Agama: Islam
Orang tua: H. Muhabas Lestusen (ayah) – Janiapari (ibu)
Pemain idola: Roberto Ayala (Argentina), Daniel Alves (Brasil), Ricardo Salampessy (Ambon)

 


Posko Dukungan Indonesia World Cup U17

Alamat : FUTSAL PONDOK INDAH Jl. Metro Pondok Indah. Kav 3. Kebayoran Lama Jakarta Selatan Phone :  02199095054, 08561230842

Fanpage Dukungan : KLIK DISINI

Folow Twitter Kami : KLIK DISINI

Komentar Anda :

Leave a Reply