Tentang

Tangerang raya hari ini hadir kembali di  stadion gongseng Jakarta Timur.
Dan di dampingi Pria gagah nan santun dialah Coach Rekky Salfischburger, pak Rekky sapaanya.

Siapa yang tidak kenal ASSBI ujarnya, Bagus sekali ada Asosiasi Sekolah Sepak bola Indonesia atau ASSBI ini ada karena ini merupakan kunci wadah awal pembinaan para calon pemain timnas di masa depan .
Ujar mantan pemain Persita – Tangerang.
Pengurus PSSI diharapkan lebih sering datang melihat keadaan dilapangan, bagaimana semangat para anak Muda bermain, berlaga, adu kehebatan dan skill di lapangan hijau ini. Perhatian dari PSSI harus lebih bagus lagi karena  dari anak2 muda inilah sepakbola kita bisa maju, hal yang mutlak mempersiapkan pemain muda untuk menggantikan pemain Timnas saat ini.

 

ASSBI; KUNCI PENINGKATAN KUALITAS GRASS ROOT PROGRAM!

Asosiasi Sekolah Sepak bola Indonesia atau ASSBI, menurut saya adalah kunci kesuksesan pembinaan usia muda. Asosiasi yang independen ini (bukan bagian dari PSSI) sangat dibutuhkan guna mengisi kekosongan program kompetisi/turnamen, seminar kepelatihan dan coaching clinic di daerah.

Sudah bukan rahasia umum bahwa banyak pengcab tidak melakukan tugasnya dengan baik. Kalaupun ada program-program peningkatan mutu SDM pelatih dan organisasi SSB serta turnamen kelompok umur (KU) hal tersebut sangat jarang dilakukan.

ASSBI melaui perwakilannya bisa mengisi kekosongan tersebut. SSB punya kepentingan untuk sebanyak mungkin menggelar turnamen demi kepuasan dan peningkatan kualitas siswanya. Di sebagian Indonesia (saat ini ada 8 perwakilan ASSBI di Indonesia) konsep ini telah berjalan dengan baik. Dibawah pimpinan Taufik Jursal yang didukung secara sukarela oleh banyak orang yang peduli pada nasib persepakbolaan tanah air perwakilan daerah telah sukses melakukan turnamen-turnamen  secara independen (bekerja sama tapi tidak bergantung pada pengcab)! Minggu ini saya diundang oleh perwakilan SSB di Pujon, contohnya. Saya diminta untuk melakukan coaching clinic sehari penuh guna menambah wawadsan para praktisi SSB di kota kecil (diatas Batu-Malang) penghasil susu ini. Mereka melakukan ini secara independen. Mereka pro aktif. Salut!

This is the future people! Kalau memang kita peduli buktikan dengan berbuat! Melalui ASSBI yang gratis kita yang peduli pada grassroot, kita yang pandai karena mengerti bahwa sepak bola Indonesia tidak akan bisa berkualitas tanpa fondasi (baca: pembinaan usia muda) yang bagus bisa menggalang kekuatan; bersatu padu menciptakan sebanyak mungkin perwakilan ASSBI di seluruh Indonesia. Kalau itu terjadi sponsor akan datang dengan sendirinya dan ASSBI bisa memberikan subsidi untuk daerah menggelar turnamen atau bahkan kompetisi liga KU.

Negara-negara yang luas seperti USA atau Australia memiliki asosiasi youth yang independen dan pro aktif! Semua dilakukan secara sukarela , tanpa digaji, oleh orang-orang yang memiliki kepentingan di pembinaan usia muda (praktisi SSB, orang tua murid, pengusaha local, dll).

Saya anjurkan dengan sangat; daftarkan SSB anda di www.ssbindonesia.com . caranya gampang dan gratis. Bentuk perwakilan di daerah anda lalu laporkan pada Pak Taufik Jursal. Siapapun anda , kalau anda ingin membantu hubungi beliau via website diatas dan berbaktilah! Demi Indonesia kita harus berbuat! Kita semua harus bertindak bersama sebagai satu kesatuan. Jangan sampai perpecahan diatas menjalar hingga ke akar rumput. Sebaliknya, kita secara bersama-sama memberikan contoh persatuan bagi bangsa ini!

Lets go people, secara independen dan pro aktif kita galakan turnamen di semua daerah, kita tingkatkan kualitas SSB baik dalam hal organisasi, program kompetisi, kualitas program  latihan serta kualitas pelatih. Dengan demikian kita tidak lagi akan kehilangan lost generations. Anak-anak tidak mengerti apa-apa, mereka tergantung pada kita orang dewasa. Please don’t disappoint them!

Indonesia bisa!

Timo Scheunemann

Scroll back to top